Dec 17, 2007

GoingToIndonesia.com I : visit indonesia 2008



GoingToIndonesia.Com

Contributor of this website
1. Programming and Developing : Kukuh TW
2. Cost Financing : Gunawan TW
3. Graphics Design CSS and Layout : None, Are you willing to help us ?
4. Content : All of you, Google Maps API, Google Mash-Up API

Note : This site is not endorsed by Ministry of Culture and Tourism Republic of Indonesia.

Cost to build this website until Sunday, December 16,2007

1. Domain Hosting Rp 80.000 (equal to $8.5)
2. Hosting 1 Year Rp. 100.000 (equal to $10.5)
3. 15 Working Hours

lanjut mengenai web yang digagas oleh om kukuh, saya sangat mendukung sekali. kalo bisa malah di support penuh oleh blogger indonesia. ajak kontributor dari berbagai pelosok daerah untuk memberikan sumbangsih dalam hal konten.

biaya? saya rasa blogger sekarang udah pada pandai2 kok, contohnya bikin acara pesta blogger kemaren ajah bisa sukses. nah, model pesta blogger bisa dipakai. nantinya bisa dibikin itu web sebagai promosi wisata indonesia versi blogger.

kalo mau pasang adsense juga gpp, tapi di audit oleh om pri lagi dan hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk keperluan blogger indonesia khususnya untuk web itu. kalo ada swasta mau promo di web itu silahkan, tapi di seleksi yang sesuai dengan target market wisata di indonesia.

sementara ide saya itu ajah kayaknya, silahkan sampein ide sama om kukuh yang punya hajat. saya pribadi dukung penuh mas ....

up date dari mas kukuh di komentar :

Kukuh TW said...

Hello Indonesian Blogger,

Perlu bantuan untuk mengembangkan content pada website GoingToIndonesia.com, dalam situs GoingToIndonesia.com ini, user dipersilahkan untuk menambahkan sendiri objek-objek pariwisata
yang Anda ketahui dan belum terdaftar di situs GoingtoIndonesia.com ,

Anda juga dapat menulis artikel tentang objek pariwisata pada SITUS ANDA SENDIRI !!!, ya pada SITUS ANDA SENDIRI, tidak perlu menuliskannya pada situs GoingToIndonesia.com , karena dengan teknologi Web Mash-up Application , Tulisan anda tentang objek Pariwisata dapat kami refer secara automatis dari situs GoingToIndonesia.com (dengan catatan, blog anda dapat terindex dari google dan menggunakan kata kunci nama objek pariwisata tersebut)

Cara Berpartisipasi

1. Daftar ke GoingToIndonesia.com (proses pendaftaran mudah, tidak ditanya macam-macam, hanya tuliskan saka email anda, lalu akan dikirim password untuk masuk)

2. Setelah memiliki Account, anda dapat memilih nama kota tempat anda tinggal dan Anda dapat menambahkan objek pariwisata pada kota tempat anda tinggal

3. Anda dapat menulis artikel Pada BLOG ANDA SENDIRI, biarkan Google yang mengatur agar Summary Artikel anda Muncul pada website Kami, dan apabila Pembaca tertarik, Mereka akan mampir ke Blog Anda. Win-Win Solution , Right ?

Terima Kasih Atas Perhatiannya

Kukuh TW
http://GoingToIndonesia.com



Dec 14, 2007

Nov 10, 2007

catatan akhir pekan di Bandar Lampung

hari ini dapet undangan Walimatussafar di salah seorang pengurus Paguyuban Jawa Barat (PAJAR) provinsi Lampung, nyampe di tempat ternyata acara sudah dimulai (atau malah hampir selesai). ketemu beberapa kenalan yang sering hadir dalam acara Paguyuban, tapi kok banyak orang Lampung Post yah?, oh iya ding, suami dari Bu Hayati Nufus (sahibul hajat) kan kerja di Lampung Post, namanya Pak Iskandar. Untungnya, aku kenal beberapa orang Lampung Post, jadi bisa langsung gabung dan bisa ngobrol-ngobrol sambil dengerin tausiyah dari ustad. tausiahnya cukup seru dan segar, walaupun kadang banyak istilah yang diucapkan kurang di mengerti, maklum ustadnya orang lampung. audien yang ahdir menurut saya mayoritas dari 2 suku, sunda dan lampung. yah orang2 lampung itu pasti kenalan dan handai taulan pa Iskandar, sedangkan orang-orang sundanya warga yang aktif di Paguyuban.

sekitar pukul 12.00 wib, tausiyah selesai dan dilanjutkan dengan makan2 baik yang ringan maupun yang berat. karena antrian makanan berat terlalu panjang, saya ngambil yang ringan aja di pojok, wah es krim nya lumayan. sambil makan es krim ngobrol iseung dengan salah satu kawan waktu di Bengkel Jurnalisme, Adian Saputra yang juga korektor Lampung Post dengan rambut gundulnya yang khas. tapi tak lama, dia mendapat jatah makan, jadi obrolan di hentikan sejenak.

setelah habis makan es krim, saya ikutan ngantri untuk mendapatkan jatah makan. wah makan gratis hari ini menunya cukup mantap, ada semur sapi, ayam suwir, sop jagung, dan keripik melinjo pedes. setelah dapat bagian, saya langsung cari kursi yang kosong. sambil makan, beberapa kenalan say hai, hallo dan saling bertanya apa kabar. acara ini seakan-akan hala bihalal dengan warga jawa barat di lampung, soalnya, pas acara halal bihalal Paguyuban Jawa Barat, saya tidak sempet hadir walaupun yang bikin dan menyebarkan undangannya saya. acara tersebut kebetulan dilaksanakan pada tanggal 27 oktober 2007 yang bertepatan dengan kehadiran saya di acara Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplek, Grand Indonesia, Jakarta.

pas asyik-asyiknya makan, hujan turun dengan deras. dan tribun yang menutupi halaman rumah tempat acara tak mampu melindungi undangan dari guyuran hujan. wah motor saya basah beserta jaket dan tas yang ada di motor, pada audiens pun jadi pada berdiri, karena tribunnya bocor dan membasahi beberapa kursi.

sambil menunggu hujan reda, saya kembali ngobrol ngaler ngidul sama Adian Saputra. tiba-tiba dia melihat Pin Blogger yang menempel di saku baju saya. akhirnya obrolan tentang Blogger jadi bahasan santai sambil menunggu pulang. lalu saya katakan bahwa Pin ini oleh-oleh dari Pesta Blogger 2007 di Jakarta kemaren, dan saya bilang yang dari Lampung cuman saya yang datang, itupun bukan mewakili Lampung, melainkan utusa pribadi dari personal blog abah oryza.

ngomongin blogger ternyata Adian juga punya Blog, cuman kata dia itu juga dibikinin dan jarang di up date. kata saya nggak apa-apa, asal tau ajah, tapi kalo mau seru lagi ntar gabung ajah di Blogger lampung, nanti saya masukin ke Lampunggech DOT com.

hujan reda, obrolan tentang blog usai, kami saling pamit, dan tak lupa salaman dengan sahibul hajat untuk saling mendoakan sebelum keberangkatan ke tanah suci.

semoga Ibu Hayati Nufus beserta Pak Iskandar pulang dengan mendapatkan Haji Mabrur, amiin.

hujan gerimis mengantar kepulangan saya ke unila lagi, dan ternyata hujan mengguyur seluruh kota Bandar lampung. kebetulan saya pulang memutar sehingga melewati beberapa kecamatan yang ada di Bandar lampung, dan ternyata hujan telah mengguyur dengan derasnya.


Sep 9, 2007

kaos dan stiker wisata lampung

kami dari admin wisata lampung, mengajak rekan2 untuk urun ide design kaos dan stiker wisata lampung untuk di bagikan kepada mereka yang memberikan support terhadap perkembangan wisata di lampung. juga rencananya kaos dan stiker akan dijual sebagai cindramata lampung dengan sebagian keuntungan akan digunakan untuk pengembangan weblog dan promosi wisata lampung.

selain itu kami menerima kritik dan saran untuk kemajuan promosi wisata lampung, kami telah banyak koordinasi khususnya penggiat jaringan maya yang begitu besar harapan akan majunya wisata lampung secara keseluruhan.

bagi yang akan membantu baik moril maupun materil untuk kemajuan upaya ini, silahkan hubungi e-mail kami di wisatalampung@gmail.com dan e-mail pribadi admin di abah.oryza@gmail.com atau hubungi langsung kami di cindraMART, pusat belanja ATK, wartel, warnet, rental komik, isi ulang pulsa, dan rental komputer yang berada di depan gedung A FKIP kampus hijau Unila.

Feb 12, 2007

Batu Putu, Daya Tarik Wisata Alam Bandar Lampung

tulisan ini sebenarnya sudah basbang, tapi mungkin masih layak untuk diketahui utk orang yang belum tahu bandar lampung.


Optimisme warga kota Bandar lampung akan kemajuan kota khususnya bidang pariwisata, terkuak dalam Serasehan Pengembangan Batu Putu sebagai kawasan wisata alam pada malam minggu tanggal 10 Juni 2006 yang di fasilitasi oleh Yayasan Wisata Alam Lampung (YAWISAL) di komplek wisata alam Batu Putu, Tanjung Karang Barat Kota Bandar lampung.

Sebagaimana dikemukakan oleh Pemimpin Redaksi Lampung Post Ade Alawi pada acara Serasehan tersebut, Batu Patu memiliki potensi yang belum dimaksimalkan seperti daerah-daerah lain yang sudah lama berkembang dalam hal wisata alamnya. Batu Raden, Kawasan Dago, kawasan Danau Maninjau merupakan daerah yang bias dijadikan contoh dalam hal pengelolaan wisata alam di Indonesia. Bahkan, Batu Putu memiliki keunggulan yang khas dibanding wilayah-wilayah yang dikemukakan diatas seperti pemandangan dari atas areal wisata yang dapat melihat suasana pantai Teluk Lampung, Kota Bandar Lampung, hamparan hijau areal pertanian rakyat dan perbukitan hijau disekitarnya.

Kawasan Batu Putu memang memiliki kelebihan tersendiri, selain potensi yang bisa diberdayakan oleh warga masyarakat sekitar. Suasana perkampungan yang sejuk dan tenang bisa dijadikan alternatif untuk pelepas kepenatan di akhir pekan. Tidak jauh dari kota Tanjung Karang menuju kawasan wisata alam tersebut cukup menempuh waktu ½ jam perjalanan. Perjalanan melalui jalan aspal yang berkelok-kelok bak melintasi kawasan puncak namun lebih sepi, disepanjang jalan pohon-pohon pisang, manggis, duren berderet menjadi pemandangan yang nyaman. Namun diakui bahwa menikmati kawasan ini lebih asyik ketika saat menjelang senja turun, bahkan untuk bermalam merupakan pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati malam indah di puncak Batu Putu.

Pemandangan di malam hari sungguh sangat menyejukan mata, apalagi kita bisa melihat terangnya kota bandar lampung di malam hari. Teluk Lampung pun memiliki keindahan tersendiri jika dilihat dari puncak Batu Putu, kelap-kelip lampu perahu nelayan beserta aktivitasnya menjadi hal yang mengasyikan untuk dinikmati. Hamparan hijau perbukitan tak kalah menarik untuk dinikmati, bersama sepotong singkong bakar dan secangkir kopi terasa nikmat sambil bercengkrama dengan dinginnya malam.

Areal batu Putu pun cocok untuk dijadikan tempat out bond bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin berlibur. Selain kawasannya yang aman, tempatnyapun mudah dijangkau. Sebagain areal wisata pun telah dikelola oleh Yayasan Wisata Alam Lampung (YAWISAL) yang berkerjasama dengan warga masyarakat sekitar yang ikut meramaikan kawasan dengan jajanan khas wisata alam seperti kopi, goreng-gorengan, rokok dan lain-lain. Sarana Penerangan yang telah masuk kawasan ini menjadi penambah daya tarik Batu Putu.

Beberapa hal yang perlu disiapkan untuk menjadikan Batu Putu sebagai kawasan wisata alam yang bisa disejajarkan dengan kawasan Dago di Bandung. Penerangan jalan yang memadai sehingga sepanjang jalan menuju puncak Batu Putu tidak terkesan menyeramkan. Adanya warung-warung kecil milik penduduk sekitar di sepanjang jalan menuju kawasan tersebut bisa membuat pengunjung betah berlama-lama di kawasan tersebut, dan bisa dijadikan sarana pemasaran hasil pertanian rakyat seperti buah manggis, duren, pisang singkong dan sebagainya.

Untuk menjadikan kawasan Batu Putu sebagai pilihan utama para wisatawan khususnya wisatawan domestik, diperlukan promosi untuk memperkenalkannya. Promosi bisa dilakukan baik itu melalui media massa, media televisi, leaflet-leaflet bahkan jika diperlukan dibuat sebuah newsletter khusus yang memuat tempat-tempat wisata dan pendukungnya seperti pasilitas umum dan hotel. Newsletter ini bisa dibagikan secara gratis bagi para penumpang kapal peri, pesawat terbang dan bis-bis travel yang menuju provinsi Lampung sehingga bisa mampir dan menikmati yang akhirnya bisa betah berada di Kota Bandar Lampung

Di usianya yang ke-324 pada bulan Juni 2006 yang lalu, selayaknya Kota Bandar Lampung meningkatkan daya saingnya khususnya di bidang pariwisata, sehingga mampu sejajar dengan kota-kota lain di Indonesia. Warga kota tidak perlu menunggu instruksi maupun rangsangan dari pihak Pemda, karena ketika potensi itu ada maka kesempatan bukan lagi untuk dijadikan wacana tapi untuk segera dijalankan baik dengan ataupun tanpa keterlibatan pemerintah. Warga masyarakat sekitar kawasan berserta pihak-pihak yang memiliki kepedulian akan pengembangan kawasan wisata alam Lampung khususnya Kota Bandar Lampung bahu membahu untuk mewujudkan kawasan wisata alam yang berdaya saing tinggi dan dijadikan pilihan utama untuk melepas penat di akhir pekan.

Jan 14, 2007

Road to Jogja - Part 1

- mengenal jogja

jogja merupakan salah satu kota yang menjadi tujuan favorit dan menjadi target utama andai diberikan kesempatan untuk menyambangi kota-kota di indonesia.

moment pertama yang aku lewatkan adalah pada saat acara study tour smu ke jogja. waktu itu memang aku belum begitu mengenal jogja dan belum terlalu jatuh cinta dengan kota gudeg tersebut. selain itu, persoalan biaya membuat aku berpikir dua kali untuk ikut, karena hati kecilku tak ingin terlalu membebani orang tua..

pertama tertarik dengan kota yang lebih terkenal dengan sebutan kota pelajar ini manakala berinteraksi dengan mahasiswa yang aktif di pergerakan LMND. melalui diskusi-diskusi kecil, aku mulai mengenal bagaimana sih jogja itu. bahan bacaan yang lumayan merangsang semangatku untuk belajarpun ditemukan pada terbitan jogja atau penulisnya pernah berkubang dengan hirukpikuk pergerakan di jogja.

pada suatau saat saya pernah membaca sebuah buku terbitan Insist/Resist karya Eko Prasetyo yang kental dengan ajakan untuk melawan ketidakadilan dan menumbuhkan keyakinan untuk selalu memegang teguh kebenaran, selain itu beberapa artikel yang ditulis oleh rekan-rekan yang aktif di Insist mulai mewarnai pemikiranku, antara lain mereka adalah roem topatimasang, toto raharjo, eko prasetyo dll. dari beberapa buku itu mulai aku tertarik dengna beberapakegiatan edukasi yang lebih menekankan aspek partisifatoris, dialogis, kritis, dan konsep-konsep pemberdayaan masyarakat sehingga keluar dari belenggu kemiskinan dan kebodohan.

jogja memang sudah dikenal luas sebagai kota pelajar, sehingga wajar masyarakatnya cenderung selalu belajar dan selalu terbuka dengan pemikiran-pemikiran baru tanpa melupakan jatidiri lokal. selain itu nuansa budayanya sehingga mengakibatkan jogja terkenal sampai ke mancanegara yang akhirnya menjadi daerah tujuan wisata kedua setelah Bali. lagi-lagi dengan kondisi ini jogja mampu bertahan dengan keaslian budayanya, sialnya yang menarik bagi masyarakat kecil dan mahasiswa pada khususnya adalah biaya hidup yang lumayan murah dibanding kota-kota besar lainnya yang ada dipulau jawa bahkan dengan yang ada disumatera sekalipun.

salah satu buku referensi saya ketika mencoba membuat eksperimen terhadap kader baru di sebuah unit kegiatan mahasiswa bidang riset di unila adalah buku PENDIDIKAN POPULER karya teman-teman yang telah mengaplikasikannnya di Jogja. memang eksperimen saya tidak terlalu kaffah sesuai Buku tersebut, namun setidaknya beberapa hal mengacu pada konsep-konsep yang ditawarkan buku itu. hal tersebut sebenarnya diakibatkan oleh kurang familiarnya saya dengan teknik-teknik pendidikan partisifatoris dan dialogis, lebih kepada eksperimen dari orang yang terpengaruh oleh bacaan tersebut.

namun dari umpan balik peserta sepertinya mereka menikmati konsep itu, setidaknya tingkat keberhasilan ada pada paradigma berpikir peserta mulai berubah dan pola pikir mereka mulai terbuka. hal yang menarik lainnya adalah ruang-ruang diskusi mulai terasa hidup dan terbuka sehingga ide-ide menarik bermekaran di kepala tunas-tunas muda ukm penelitian unila.

pernah dengar buku sex in the kos?atau bahkan sudah "hatam". yah, benar buku tersebut karya kontroversial yang mengungkap fakta disebuah sudut perkampungan mahasiswa di jogja. apakah itu cermin kampus dijogja?memang perlu pembuktian langsung, sialnya dikampus saya sendiri hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh walaupun belum masuk kategori lumrah. atau kalau kita mau ekstrim, bolehlah kita ambil Bandung sebagai barometer kehancuran moral mahasiswa kost-kostan, dengan banyaknya pasangan-pasangan kumpul kebo yang bebas tanpa kontrol pemilik kost-kostan. tidak percaya?coba saja tanya mahasiswa sana, atau silahkan mengamati selama 1 bulan disana.

kembali ke jogja... di Road to Jogja Part 2