Visit Lampung Year 2009 kurang publikasi

Secara tidak disengaja saya menemukan artikel menarik pada kolom "fokus" di media cetak lokal lampung "Lampungpost" versi digital. Saya awalnya mencari keyword lampunggech di mesin pencari dan ternyata menemukan artikel yang membahas tentang VLY 2009 yang kurang publikasi di Lampung, dan lucunya sebuah blog lampunggech.blogspot.com sebagai media blog yang paling aktif dalam hal publikasi.
Seneng campur miris, seneng karena bisa bantu wisata lampung melalui media blog, dan miris karena ini dilakukan secara tidak profesional namun jadi sorotan media dan itu bukan dilakukan oleh yang seharusnya promosiin VLY itu.
Lampunggech merupakan blog tentang wisata lampung yang saya buat awal 2007, kemudian pada bulan Maret seorang teman dari bali memberikan kontribusi berupa template keren biar lebih pede buat dilihat. beberapa bulan kemudian seorang Blogger yang juga penggiat jurnalistik di Lampung menyarankan untuk mengkliping tentang pariwisata lampung di blog lampunggech. Dan terakhir setelah sebuah komunitas Blogger Lampung berdiri di akhir 2007, maka secara resmi Lampunggech menjadi bagian Network Seruit.com.
Namun masih ada impian yang belum tercapai, keinginan Lampunggech menjadi media yang bisa mensukseskan kegiatan pariwisata di Lampung, bahkan sebagai media yang terpercaya untuk informasi lampung dan wisata Lampung.

Gunung Menumbing : Tempat Pengasingan Soekarno Di Mentok (Video)


Melalui jalan yang tua warisan penjajah Belanda, dengan tanjakan yang begitu dahsyat. Lalu kiri - kanan jurang diantara Hutan yang begitu Pekat, dan dingin menyelusup diantara tubuh yang menunggang si merah shogun Sp.



Inilah jalan menuju Pengasingan Soekarno Di Pulau Bangka, yang kini menjadi Hotel Jati Menumbing. Berada 30 km dari kota Muntok. Di lokasi ini terdapat kamar Presiden RI pertama Soekarno pada saat menjalani masa pengasingan di Bangka. Selain itu ada Wisma Ranggam atau Rumah Soekarno, 5 km dari Kota Muntok yakni tempat Bung Karno mengadakan pertemuan menyusun strategi kemerdekaan.

Cerita Tentang Bangka Hulu dan Bangka Hilir

Cerita ini tidak sengaja saya dapatkan dari obrolan santai saat melepas lelah dan sambil makan siang dengan seorang supir proyek di lahan. Saat itu saya iseung - iseung tanya asal dan cerita dia ada di Bangka ini. Dari obrolan sederhana, sedikit nyinggung politik dan campur tentang sejarah yang simpang siur.
Ayung, begitulah dia memperkenalkan diri. Asal Bengkulu, dan dah belasan taun di Pulau Bangka untuk mencari sesuap nasi, pernah merasakan nikmatnya harga Timah Rp. 100.000 per Kg, dan merasakan nikmatnya jualan solar bagi penambang Timah dengan penghasilan 200Ribu per jam.
Ayung kini tak merasakan lagi kenyataan itu, harga timah dah jatuh ke harga 30rb per kg, itu juga kalo dapet. Solar dah banyak dimana-mana dan tak berpeluang untuk ngobyek. Kini bangka sudah lain, nyari uang 50rb per hari ajah dah payah.
Akhirnya kita sedikit ngobrol sejarah, soal Bengkulu dan kaitannya dengan Pulau Bangka. "Sebenarnya Bengkulu tuh dulu namanya Bangka Hulu, dan Bangka yang kini dulunya Bangka Hilir. Dan kini Bangka Hulu menjadi Bengkulu agar pelapalannya lebih. 
Apakah cerita itu benar, saya tak bisa menelusuri kebenarannya, apalagi sekedar dari obrolan pelepas lelah, namun cerita pungutan ini sedikit merubah sejarah yang saya tahu, dengan sedikit samar dan tak terlalu bisa dipercaya, tapi Who Know?
Blogger Templates