Nov 24, 2010

Lampung Art Festival di Kota Kenangan*

Kota Bandarlampung bakal seru di tanggal 24 - 28 November 2010, gimana gak seru kalo kita bisa menikmati indahnya budaya Lampung yang sudah disiapkan Dewan Kesenian lampung sebagai suguhan penuh rasa.
Gelaran Lampung Arts Festival ini juga selain akan dimeriahkan pementasan kesenian dan cangget bakha pada Kamis (25-11) malam di Taman Budaya Lampung, juga ada pameran foto peserta lomba foto bertema transformasi di Ruang Pameran TBL (25-30 November), lomba baca puisi bahasa Lampung, Sabtu (27 November), dan lomba mewarnai pada Minggu (28 November). 

Seperti yang diberitakan Kompas, LAF sebagai unggulan kegiatan dari DKL menjadi event pamungkasnya dan akan dibuka scara langsung oleh Gubernur Lampung Sjahroedin ZP nanti malam di Mahan Agung, jadi buat teman teman yang menyukai kegiatan budaya serta tertarik mengetahui lebih jauh Budaya lampung, tak ada salahnya berkunjung di kegiatan-kegiatan ini yah.

*Judul Kota Kenangan ngambil istilah dari judul pementasan teater satu-nya kang iswadi pratama di Jerman beberapa waktu yang lalu.
diposting juga di seruitcom

Oct 9, 2010

Oct 8, 2010

Kisah Seraut Wajah di Tanjung Kalian

Seperti ketika biduk itu berlabuh dan riak di tepi pantai begitu tenang. Sedang angin yang bertiup diantara nyiur yang hijau seperti enggan kembali ke lautan lepas yang sunyi.

Kau masih termangu di tepi dermaga Tanjung Kalian, dan menara tua itu memandangimu dengan sendu seakan ingin berempati padamu. Ini memang akhir oktober yang sunyi bagimu, aku tahu itu!

***

Awal Mei 2008, saat ku menemukan kepingan hatiku di sebuah pojok kedai yang memang terlalu ramai. Seperti minggu - minggu yang lain diantara perjalanan di negeri waktuku yang statis, aku selalu menyempatkan diri untuk duduk di pojokkan kedai itu. Menghadap ke arah pintu kedai sehingga aku bisa menyapu satu per satu wajah yang masuk di antara suapan Soto Babat dan Teh manis yang ku pesan.

Hari itu sebenarnya tak ada yang istimewa bagiku, mungkin juga bagimu ketika kau sandarkan Yamaha Mio putihmu di depan kedai. Aku pun tidak terlalu memperhatikanmu waktu itu.

Namun sepertinya hujan yang begitu deras, dan takdir kita dipersatukan dalam kedai yang hanya kita berdua sebagai konsumennya dan itupun kita terpisah 3 meja makan disana.

Aku mulai perhatian, ketika kulihat sebuah koran terbitan nasional yang terkenal dari Jakarta. Sepertinya lipatan koran itu ada dihalaman Sastra, sebuah cerpen Seno Gumira Ajidarma tepatnya.

Hujan telah berlalu 20 menit ketika pesananku telah berpindah ke perut, sedangkan kamu baru saja menghabiskan 3 bulatan kecil bakso di mangkok, sepertinya kau suka pedas!

Waktu itu aku enggan berbasa - basi, apalagi menceboa mendekatimu yang asik dengan suapan - suapan lapar penuh gairah. Aku cuman tertarik untuk membunuh sunyi dengan meminjam koran yang kau lipat disamping semangkok bakso yang kuahnya tinggal setengah.

Kamu mempersilahkan ketika ku pinjam koran itu, dan kulihat sudut matamu menyiratkan keterkejutan, aku tak perduli.

Waktu berlalu, berganti musim setelah kita terpisah oleh hujan yang reda, dan waktu itu tak terbersit dalam hatiku untuk mengenalmu lebih jauh, kita berpisah begitu saja seperti saat kita bertemu, datang dan pergi begitu saja.

***

foto ilustrasi dr : tetebatu.blogspot.com

Feb 15, 2010

surga yang tak terlihat di Selatan Sukabumi (catatan intermezo)

Kang Tedy with me dengan latar Laut Selatan Amanda Ratu
Takada diniat sebelumnya menulis di Kompasiana bila saya belum memulai kembali tour Pajampangan jilid II setelah sebelumnya saya tuliskan tour pajampangan jilid I, yang mana tour itu sendiri belum saya lakukan karena kondisi kesehatan yang belum stabil, dan agenda dari GARDAN yang masih fokus dengan persiapan kegiatan Jampang Music Festival. Namun, beberapa waktu yang lalu sahabat saya dari negeri jiran yang tak lain adalah Kang Tedy hadir di wilayah Pajampangan - Sukabumi Selatan, dan memberikan motivasi yang cukup besar untuk melanjutkan reportase wisata Pajampangan.

Wisata Pajampangan sendiri bisa saja saya buat liputannya dengan mengandalkan beberapa foto yang diambil dari internet, namun saya merasa kehilangan “fill” ketika liputan saya menggunakan foto foto hasil jepretan orang lain, walaupun itu sangat bagus dan bernilai fotografi tinggi. Bahkan, di internet begitu banyak koleksi fotografi yang mengexplorasi wisata pajampangan baik itu oleh parea profesional maupun oleh para pelancong yang mengabadikan liburannya.

Kembali ke kunjungan Kang Tedy, sahabat yang begitu mensupport saya dalam mensukseskan touring pajampangan yang saya perkirakan membutuhkan 3 - 6 kunjungan ke berbagai lokasi wisata yang masih tak terlihat oleh media maupun yang sudah dikenal namun belum menjadi andalan wisata di Sukabumi Selatan. Karena kunjungan yang begitu singkat dari kang tedy dikarenakan agenda yang cukup padat, maka saya punya inisiatif mengajak beliau ke salah satu objek wisata di Ujung Genteng yang tak kalah menarik dibanding Bali sekalipun. Tempat itu adalah Amanda Ratu, sebuah villa pribadi milik salah satu orang dekat cendana yang menguasai ribuan hektar tanah di pesisir selatan Ujung Genteng.

tanah lot van Ujung Genteng
Salah satu objek yang begitu menggoda yaitu Tanah di tengah - tengah muara Amanda Ratu yang mirip tanah lot di Bali. Tanah Lot van Ujung Genteng ini mungkin tak terlihat bagus karena belum ada sentuhan sama sekali dari pemilik villa, sehingga terlihat seadanya dan biasa aja, namun disinilah kealamian yang dijual.

Villa Amanda Ratu sendiri di kelola secara sekedarnya kalau tidak ingin dibilang tak diurus secara maksimal, bahkan cenderung tidak komersil. Namun, bila dilihat dari potensinya maka villa pribadi ini punya segudang potensi yang bila dikelola secara serius akan menjadi andalan wisata di wilayah Pajampangan. Beberapa rumah/bungalow, tempat nongkrong yg asik, serta fasilitas - fasilitas villa yang cukup

bergaya di salah satu saung2an depan Villa

lengkap bisa menjadi pilihan bagus untuk berlibur di Ujung Genteng. Adanya Helly pad membuktikan bahwa villa ini juga sangat potensi untuk kunjungan private oleh orang orang kaya dari Ibukota. Sedangkan lingkungan yang dikelilingi pepohonan kelapa milik petani Gula dan sawah yang menguning disela sela nya cukup memberikan keindahan sendiri sebagai lokasi yang alami di Selatan Sukabumi.
View Laut merupakan andalan utama di Villa ini, deburan ombak yang eksotis dan cukup liar, serta apabila kita memandang lautan yang lepas terasa segala gundah gulana ikut kembali bersama deburan ombak yang meninggalkan daratan menuju laut yang lepas.
view Muara yang eksotis
view Muara yang eksotis

Special thanks to kang Tedy

miror to