Sep 17, 2011

Cantiknya Nusantara diantara Potensi Luka Bencana

Jejak Ekspedisi di lantai BlitzMegaplex (koleksi pribadi)
Tiba tiba saja saya teringkat sebuah buku dari seorang penulis yang cukup ekstrim dalam menuangkan ide-idenya, judul buku tersebut sangat erat kaitannya dengan judul yang saya buat dan juga kondisi Bumi Nusantara ini. Eka Kurniawanlah sang fenomenal dengan karya sastra berjudul "cantik itu luka", sebuah novel dengan latar sejarah masa penjajahan Belanda yang bercerita justru dari sudut dunia percintaan.

Cantik, sesuatu yang indah dan melenakan namun dibaliknya terdapat potensi menghasilkan ribuan luka. Pesona yang melingkar di balutan indah katulistiwa Ibu Pertiwi ini dibaliknya mengandung sejuta potensi bencana yang bahkan tak mampu kita bayangkan kedahsyatannya. 

Adalah Ekspedisi Cincin Api KOMPAS yang coba membangunkan kita dari hal-hal yang melenakan, mengajak mengetahui lebih jauh dibalik indahnya bumi pertiwi ini ada sebuah potensi bencana yang bukan main dahsyatnya. Sebuah Ekspedisi menyusuri beberapa pasak bumi yang selain berguna bagi bumi yang bulat agar tetap stabil, juga didalamnya yang hening bergolak amarah lapa yang suatu saat akan membuncah menjadi bencana maha dahsyat berskala dunia.

Tak main-main memang Kompas dalam melahirkan sebuah ekspedisi "cinta"nya pada nusantara, seperti yang diungkapkan pimred harian Kompas bahwa ekspedisi ini sesuai dengan namanya yang berhubungan dengan cincin api, cincin merupakan simbol tanda cinta, sehingga cincin api yang menjadi fokus utama ekspedisi Kompas ini menjadi tanda cinta dari Kompas kepada Ibu Pertiwi yang mana cincin api tersebut tersemat di "jemari ibu pertiwi".

Mengenal cincin api yang ada di Indonesia artinya mencoba mencintainya sehingga mampu bersikap bijak dalam menghadapinya. Untuk mengenalnya Kompas menyusuri 12 titik jalur cincin api yang membentang dari Ujung Kaldera Toba hingga Tambora. 

Intinya ekspedisi ini adalah bagaimana kita tahu akan sebuah rahasia negeri ini yang memiliki keindahan yang tak ada duanya namun dibaliknya tersimpan ancaman yang harus disikapi secara bijak. Kompas mencoba menceritakan kepada kita dengan seluruh sumber daya nya, Kompas Cetak, Kompas.com dan KompasTV disiapkan untuk setahun bercerita menghiasi hari-hari kita sehingga diharapkan kita melek dan tidak terlena.


No comments: