Kisah Kedai Jagung dan Mudik yang Santai

Salah satu Kedai jagung di sepanjang jalan Bojong Lopang/koleksi Pribadi
Perjalanan 2 jam itu melelahkan, apalagi menyusuri jalanan yang berkelok-kelok sepanjang 70 km diantara hutan, bukit dan perkebunan yang memberikan nuansa hijau nan segar. Di kelokan yang kesekian, dan penat sudah begitu menyita benak, sebuah kedai sederhana memikat hati untuk mampir sejenak, atau mungkin bisa jadi akan lama bercengkerama memamah rasa.

Sebuah Jagung yang sudah di bakar, dan secangkir kopi telah siap menemani rehat di kedaijagung itu. ada 3 pasang mudamudi yang sama-sama mampir di kedai itu, begitu bahagia tampaknya bercengkerama diantara gigitan-gigitan butir jagung yang panas menggoda. 

Kawasan kedai-kedai Jagung sepanjang 500 meter itu memang menggoda, diantara liukan jalan beraspal bergelombang dan kirikanan perbukitan membuat kita ingin berhenti sejenak dari perjalanan jauh, kemudian menikmati alamnya tentu saja harus ada alasan yang bisa bikin berlama-lama, yah kedai jagung lah alasan itu.
 
 

Di Kedai ini kita bisa menikmati Jagung bakar dengan tambahan rasa bila kita inginkan, jagung rebus yang baru saja diangkat juga tersedia sambil nunggu jagung yang sedang dibakar, kopi berbagai merk silahkan seduh sendiri, dan minuman lain sebagai teman menikmati hidangan-hidangan yang dipesan. 

Harga menurut saya itu cukup pas di kantong, Rp 7000 untuk satu Jagung Bakar dan segelas kopi instan. Bila kamu ingin membawa sebagai oleh-oleh, bolehlah kalian beli jagung itu seharga 2000 per biji baik yang udah di rebus maupun masih mentah, dan tentunya untuk mendapatkan diskon, kalian cobalah nego dengan pesanan yang lebih banyak. 

Bila kita bertujuan ke Selatan Pajampangan, dan baru saja menempuh 35 kilometer dari pusat kota, tentu mampir sejenak juga tidak disalahkan, sambil kemudian ceck kendaraan dan alternatif isi bensin di POM yang berjarak 15 meter dari Kedai.


Oh iya, jagung yang ada di kedai itu berjenis jagung manis yang didapat dari pengumpul jagung yang berkeliling memasok bahan mentah ke kedai-kedai itu, tentu jangan harap jagung berasal dari kebun sendiri si pemilik kedai, karena omset hariannya memerlukan jumlah jagung yang tak terbatas pasokannya sehingga perhari si kedai haruslah menyediakan minimal satu karung jagung.



Blogger Templates