Feb 14, 2017

Melancong Yuk ke Sumatera Barat Menikmati Kuliner Masakan Padang di Tempat Asalnya

Bulan Mei 2013 saya sangat beruntung, selain rezeki lancar juga hasrat saya jalan-jalan tibatiba di fasilitasi oleh negara (lebay banget). Melancong saya kali ini memang masih di Pulau Sumatera, yang mana sebetulnya pulau ini sudah familiar dengan saya. Namun Sumatera Barat secara khusus memang belum pernah saya kunjungi kecuali pernah melintas ketika menuju Medan melalui jalur darat menggunakan BUS antar provinsi dari Lampung bernama ALS.

Tulisan ini tidak akan membahas banyak tentang perjalanan, saya hanya akan sedikit bercerita perburuan kuliner selama di kota-kota yang di lalui seperti Kota Padang, Kota Batusangkar dan Kota Payakumbuh. Tulisan perjalanan akan saya buat khusus di blog ini setelah selesai kegiatan, karena saya ingin menikmati perjalanan tanpa beban tulisan, apalagi saya sudah di bebani dengan berbagai laporan yang harus kelar dengan selesainya kegiatan ini.

Berbagai macam kuliner yang di rekomendasikan teman-teman saya di twitter sedikitnya menjadi inspirasi saya mencarinya, namun tanpa bantuan guide lokal yang handal seperti @udarian yang penguasa blogger palanta ini saya tentunya akan sangat kesulitan mendapatkannya. Mungkin saya tidak akan membahas semua kuliner, namun lebih diurut berdasar jalan yang saya lalui aja selama perjalanan.

1. Sate dan Es Cendol Jalan Patimura - Padang


Es Cendolnya bisa di bilang seperti es cendol elisabet di Bandung, cuman gulanya pake gula kawung yang kentel banget sehingga rasanya khas banget. Sate Padang yang langsung di Kota Padang ini meruntuhkan image saya kalo sate padang itu gak enak. Sumpah Demi Tuhaaaaaannnn ... enak banget ... bumbunya yang pas dan bikin saya mau nambah sehingga hampir saja saya makan sama daun pisangnya :p. Nah, Dagingnya apalagi itu jauh dari perkiraan yang saya pikir asem dan alot. Harga? saya pesan makan bertiga cuman diminta bayar 45ribu doang.

2. Kawa Daun Tanjung Baru - Batusangkar


Saat ini saya sedang di Payakumbuh, dari Kota Batusangkar tentu melewati TanjungBaru ke Payakumbuh. Nah, di sepanjang jalan yang merupakan rute Tour De Singkarak itu ada kedai minuman dan makanan yang cukup ter masyhur yaitu Kawa Daun. Kawa itu artinya Minuman, nah kawa daun itu merupakan minuman dari daun kopi yang sudah kering dan direbus seperti teh.  Tempat yang saya singgahi kebetulan menurut pengakuan pemiliknya merupakan cikal bakal Kawa Daun di Batusangkar, pemiliknya bernama Syafrizal Sutan Mangkuto, makanya nama kedainya Kawa Daun Mangkuto yang sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu.


3. Sate Daluang-Daluang Pikumbuh (Kota Payakumbuh dalam bahasa lokal)


Nah, tadi malam saya tibatiba di culik 2 bidadari asli minang yaitu  + @raysaelvia  dan tentunya selama penculikan mereka berkicau tanpa dimengerti ngomong apa dengan bahasa minang dan logat yang bener-bener bikin pusing kepala, kata mereka memang anak muda minang sekarang dah senang bikin puyeng bahasa, banyak di singkat dan kadang jauh dari kata sebenarnya. Tapi nggak penting lah, yang penting saya di temani hunting kuliner di Kota Payakumbuh.

Sesuai rekomendasi yang saya harus buru yaitu makan sate danguang-danguang langsung dari kota asalnya. Sate ini secara rasa dan bentuk gak berbeda jauh dengan sate jalan patimura, namun model penyajian serta tekstur sate memang cukup berbeda dan unik. 

Oke, sementara Kulinernya saya cukupkan lagi, biar ceritanya bisa banyak nanti yah ...

3 comments:

Evi Sri Rezeki said...

Aku mau oleh-oleh sate Padang langsung dari sana hehe

manggihmudo said...

Weitsss.... Uda Gery udah duluan nyicip kopi kawa daunnya..

Btw, itu gegara liat foto sate, amy jadi ngidam sate padang tingkat dewa. hiks..

Terima Kasih sudah berkunjung ke Sumatera Barat ya Uda.. :D

Tirani Adi Surya said...

nuhun Rendang Kering-nya hahaha akhirnya nyobain juga :D