Apr 4, 2009

Cerita Tentang Bangka Hulu dan Bangka Hilir

Cerita ini tidak sengaja saya dapatkan dari obrolan santai saat melepas lelah dan sambil makan siang dengan seorang supir proyek di lahan. Saat itu saya iseung - iseung tanya asal dan cerita dia ada di Bangka ini. Dari obrolan sederhana, sedikit nyinggung politik dan campur tentang sejarah yang simpang siur.
Ayung, begitulah dia memperkenalkan diri. Asal Bengkulu, dan dah belasan taun di Pulau Bangka untuk mencari sesuap nasi, pernah merasakan nikmatnya harga Timah Rp. 100.000 per Kg, dan merasakan nikmatnya jualan solar bagi penambang Timah dengan penghasilan 200Ribu per jam.
Ayung kini tak merasakan lagi kenyataan itu, harga timah dah jatuh ke harga 30rb per kg, itu juga kalo dapet. Solar dah banyak dimana-mana dan tak berpeluang untuk ngobyek. Kini bangka sudah lain, nyari uang 50rb per hari ajah dah payah.
Akhirnya kita sedikit ngobrol sejarah, soal Bengkulu dan kaitannya dengan Pulau Bangka. "Sebenarnya Bengkulu tuh dulu namanya Bangka Hulu, dan Bangka yang kini dulunya Bangka Hilir. Dan kini Bangka Hulu menjadi Bengkulu agar pelapalannya lebih. 
Apakah cerita itu benar, saya tak bisa menelusuri kebenarannya, apalagi sekedar dari obrolan pelepas lelah, namun cerita pungutan ini sedikit merubah sejarah yang saya tahu, dengan sedikit samar dan tak terlalu bisa dipercaya, tapi Who Know?

2 comments:

Emel said...

Gila Lu punya cerita dari Ayung. Tapi nggak apa-apa, mungkin bisa anokjang.multiply.com atau Naim's Site atau tunsadeite melalui nep_prahana@plasa.com atau nep_prahana@yahoo.co.id bisa juga ke nep.prahana@gmail.com.
Oke, salam kenal aja

Naim Emel Prahana

poer said...

bener kok abah, dulu bengkulu namanya emang bangkahulu :D

http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu