Sep 13, 2018

3 Hari Melancong Destinasi Wisata Jember : dari Kopdar, Jelajah Tembakau hingga jadi Cigar

Sueger Camp 2018 di Taman Botani Sukorambi, Jember
Masih tentang cerita perjalanan saya menuju Jember, seperti yang saya ceritakan dalam artikel rencana perjalanan saya ke Jember Plan to Jember - Blogger Jember Sueger Camp 2018 #jembermakinrame, bahwa melancong kali ini saya akan menggunakan Kereta Api melalui Bandung - Cilacap , dan Cilacap - Jember.

Bukan yang pertama saya melakukan perjalanan melancong untuk menjelajahi Pesona Indonesia ini menggunakan Kereta Api atau sering disebut Sepur, namun biasanya masih untuk kategori pendek seperti ke Bogor, Jakarta atau paling banter ke Semarang. Nah, kali ini sangat special karena akan menempuh perjalanan kurang lebih 20 jam dari Bandung ke Jember dengan transit 3 jam di Stasiun Kroya, Cilacap.

Dari hasil riset tanya sanah sinih mulai ke Mbah Google, Traveloka, Tiketdotcom dan bahkan tanya temen-temen yang mau jalan kesana, akhirnya dipilihlah Kereta Api Kutojoyo Selatan via Bandung ke Cilacap dan dilanjut KA Logawa dari Kroya Cilacap ke Stasiun Jember. Yang pasti budgetnya juga paling aman buat dompet pelancong kere kayak saya dan teman seperjalanan.

Perjalanan naik Sepur yang super sabar

Perjalanan naik sepur 20 jam itu butuh kesabaran yang maksimal. Selain karena akan bareng orang lain yang lama, duduk lama, tidur lama dan juga rasa bosan yang lama. Yah, bisa dibayangkan berhadap-hadapan dengan orang baru sehari semalam tentunya butuh strategi komunikasi yang ciamik, biar gak bete sekaligus gak terlihat cerewet, apalagi kalo ketemu "tetangga" yang cerewet, maklum perjanan kami menggunakan gerbong kelas ekonomi yang saling hadapan.

Travelmate dari Bandung ke Kroya

Travelmate dari Kroya ke Jember

Kereta Api Logawa yang akan kami tunggangi berangkat pukul 05.59 pagi-pagi buta, itu artinya saya akan terdampar di Stasiun Kroya Cilacap selama 3 jam menunggu keberangkatan. Kereta pagi dari Cilacap keberangkatan jam 05.59 ini akan berakhir di Stasiun Jember pukul 19.35 malam hari.

Selama perjalanan, ternyata kami bareng dengan Komunitas Fotografi yang akan mengadakan Jambore Fotografi di Universitas Jember, kabarnya seluruh perwakilan UKM Fotografi hadir di Jember dan sebagian berada di Kereta yang kami tumpangi. 

Kopdar bareng Blogger Jember Sueger

sesi foto bareng Blogger Jember Sueger di akhir sesi Trip, lokasi Warung Kembang
Kegiatan kami yang utama memang kopdar, ketemu kawan-kawan blogger dari Jakarta, Bandung, Sumenep, Surabaya, Pemalang, Purwokerto, Bekasi, Semarang hingga temen-temen tuan rumah Blogger Jember Sueger. Tepatnya 15 Blogger terpilih melalui seleksi ketat panitia mendapat kesempatan kopdar sekaligus jalan-jalan 3 hari di Jember.

sesi foto bareng selepas makan malam di Hotel lestari, Legenda hotel pertama di Jember
Kopdar merupakan agenda paling dinanti sekaligus dicari para Blogger, dan kalo menurut saya sebagai Pencapaian Blogger itu kalo misal mampu Kopdar sebanyak-banyaknya dengan sesama Blogger. Kopdar artinya silaturahmi secara nyata dengan orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama tentang dunia blogging, ketemu teman yang biasanya hahaha hihihi di Blog dan jejaring social media, lalu ketemu dan berbagi rasa, asa dan mungkin ada cinta disana .. mungkin kali ya hahaha ...


suasana asik di tenda Sueger Camp 2018, Taman Botani Sukorambi
Blogger Jember Sueger ini emang ciamik dalam mengolah kopdar, dipertemukan kami dengan orang-orang yang sudah melanglangbuana kesana kemari, dipersiapkan tidurnya dari mulai hotel legenda di Jember hingga Camping Ground di Taman Botani Sukorambi yang sueger, lalu kami disajikan berbagai menu liburan serupa kuliner khas Jember hingga segala sesuatu informasi tentang Jember.

3 hari lamanya di Jember, dalam kopdar kita mendapat banyak informasi pesona wisata jember dari tembakau hingga cigar, dari indahnya pantai papuma hingga lejatnya kuliner di Warung kembang. Kopdar mana lagi yang kami dustakan? 
  

Dari Tembakau hingga menjadi Cigar

15 Blogger Sueger Camp 2018 beserta ibu-ibu peracik Cigar BIN, Jember
Mengenal Jember dari mas Anang tentunya tak mungkin, maka untuk mengenal Jember harus dari sejarah kota ini berkembang dan apa yang membuat makin dikenal. Ternyata, dari sekian banyak informasi, Tembakau lah yang membuat Pesona Jember hingga saat ini makin berkibar. 

Kenapa Tembakau? unik memang, dari tumbuhan yang sumber pesonanya ada di daun, maka munculah Sebuah Museum unik di Jember, ya Museum Tembakau dibawah binaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Sertifikasi Mutu Barang – Lembaga Tembakau Jember Dinas Peindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim ini berada di Jalan Kalimantan Nomor 01 Jember. 



adanya Tembakau juga membuat Jember menjadi penghasil Cigar/Cerutu lokal terbaik yang dieksport ke berbagai belahan dunia, salah satunya yang diproduksi oleh Bos Image Nusantara (BIN), produsen cerutu yang mengambil sumber tembakaunya dari PT Taru Tama Nusantara (TTN) sebagai group bisnisnya. 
Perkebunan Tembakau yang diselubungi jaring plastik untuk menjaga kualitas dan citarasa tembakau, Kebun TTN Jember

Kami dibawa berkenalan dengan tanaman tembakau, bagaimana awalnya bermula, hingga daun-daun dipetik dengan cara-cara yang unik, lalu dikeringkan dalam Gudang asap yang unik. Perkebunan tembakau mitra BIN ini cukup luas dan terselubungi jaring sebagai cara untuk menjaga kualitas tanaman tembakau agar tetap baik dan citarasa yang khas. 

proses sortasi daun kering tembakau

daun tembakau yang sedang dikeringkan dalam gudang asap

proses pengeringan daun tembakau yang dilakukan secara manual oleh sekitar 800 pekerja ibu-ibu di BIN Factory

Dari helaian daun kemudian menjelma jadi cerutu. Sepertinya sederhana, padahal untuk menjadi 1 buah cerutu sigar ini melalui sentuhan kurang lebih 340 tangan dalam prosesnya, yang mana di Pabrik Pengolahan BIN ini ada sekitar 800an pekerja yang terlibat didalamnya. 



Blogger Camp Sueger 2018 dan Pesona Wisata Jember

Kembali ke niat awal, yah memang undangan dari komunitas Blogger Jember Sueger ini untuk 15 Blogger terpilih ini adalah kemah seru dengan tema Blogger Camp Sueger 2018 yang difasilitasi sebuah destinasi yang lengkap dari Taman Botani Sukorambi.

Bener-bener sueger, karena kami akan berkemah di sebuah taman perkemahan yang mungil dan lengkap fasilitas. Mulai dari spot selfie disana-sini, toilet yang berlimpah, hingga kolam renang yang tinggal pilih, mulai dari yang terbuka hingga kolam  tertutup untuk kalangan muslimah yang tak ingin bercampur saat berenang. 

Jadi, malam ini kami akan tidur dalam tenda dengan fasilitas lengkap dari sleeping bag hingga matras. Semua perlengkapan Camping tersebut adalah milik Repri, Tempat penyewaan Alat Camping di Jember. Bukan Sembarang Camping sebetulnya, karena kami kopdar blogger, maka kegiatan malam diisi dengan sharing blogger peserta Blogger Camp dengan komunitas Blogger Jember Sueger yang masih bersemangat kopdar, sharing dan blogging hore. Tak lupa kegiatan berkemah ini diakhiri dengan kegiatan puncaknya Api Unggun dengan bonus pelepasan Lampion yang unik dan katanya ini sebagai hal rutin dari Taman Sukorambi untuk peserta camp. 


Keesokan hari, baru kami benar-benar diajak menjelajahi Pesona wisata Jember, dimulai dari pesona Pantai PAPUMA yang berada di pesisir selatan Jember nan eksotik. PAPUMA ini singkatan dari Pasir Putih Malikan, hal ini terlihat dengan Pantai Papuma yang memiliki garis pantai dengan pasir nan putih membentang di pesisir tanjung papuma.


Untuk menikmati Pantai Papuma ini tempat terbaiknya ada di Siti Hinggil, dengan tiket masuk tambahan sebesar Rp. 10.000 kita bisa menikmati indahnya pesisir selatan Jember yang diwarnai batu-batu besar menjulang tinggi, ini bukan sekedar batu, ini katanya pulau dengan nama-nama unik disetiap pulaunya dari mulai nama pandawa hingga narada. 

menikmati Air kelapa di Siti Hinggil dengan latar Pasir Putih Malika
Selain keindahan Pantai, kami juga diajak untuk menjelajahi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao yang berada tak jauh dari kota. Destinasi ini memang cukup mainstream, pengunjung dari berbagai tempat bila ke Jember pasti mampir, selain karena ada aspek pendidikannya, di sini juga kita bakal bisa mencicipi berbagai olahan kopi dan kakao hingga bisa membawa oleh-oleh dari hasil olahannya untuk dibawa pulang. 

Kunjungan ke Pengolahan Cokelat di Puslit Koka


diskusi mengenai budidaya kopi dan cokelat di Area kebun milik Pusat Penelitian Kopi dan Cokelat, Jember

Walo cuman teman, kopdar blogger jember sueger ini memang bakal bikin ngangenin selain mendapatkan cerita yang seru, destinasi yang lengkap, jamuan kulinernya diakhiri dengan indah dengan bersantap di Warung Kembang. 

kesan dan pesan Pesona Wisata Jember bareng Blogger Jember Sueger

Berfoto bareng pendukung Acara Destinasi Wisata Jember, Warung Kembang

Warung Kembang ini unik, makanan tradisional disajikan secara modern, dengan suasana ala Cafe yang gaul serta sajian musik pengantar untuk menemani saat menikmati berbagai menu yang membuat lidah tak henti melumat kuliner khas jember ini. 

7 comments:

Gapura BC said...

Sepertinya seru banget ya di Jember

kakdidik13 said...

Sueger Camp 2018 sangat berkesan sekali ya kang Gery. Seru banget bisa kopdar sambil berwisata

Prita Hw said...

Akhirnya pelancong mampir ke Jember juga. Jgn kapok melewati 20 jam di kereta ya kang~

hadi munc'n said...

Sampai di Jember terobati capeknya ya kang :)

Ariefpokto said...

Senangnya bisa Kopi darat sambil jalan2 eksplor Jember yang MENGEJUTKAN !!! Potential but sbg destinasi wisata

Nyi Penengah Dewanti said...

perjalanan yang mmebuat rindu untuk berkunjung kembali dan dengan orang yang sama pula.
kapannnnn

Cuma Teman said...

Aseem loe kang, masa kita papunggung punggung di kereta, depan akoh mesra banget tuh suami istri, ampe bobo2an di paha, papeluk peluk glendotan, langsung minum antimo. Dilanjut Logawa depan ako Duo kakek2 abis sama sebelah nini2, parah loe..Yowes, anteng di Restorasi onleen hahhaha.

Btw, sumpeh seneng pisan, perjalanan luar biasa dengan travelmate dan manteman yang biasa di luar sungguh berkesan. Lovee pokonya mah, apalagi destinasi jmbernya. Cuss ahh, balik lagii..