Mar 9, 2018

Melancong, Berkemah dan Peduli Lingkungan bareng Mercy Corp Indonesia di DAS Garang

Kemah Ceria DAS Garang /foto Doc Rais Wildan
Sejak sore, malam hingga pagi di awal bulan Maret yang basah ini, saya bersama Blogger yang mencoba mempopulerkan diri sebagai Blogger Desa Wisata (blogger deswita) seru-seruan Kemah Ceria di Wana Wisata Semirang bersama @mercycorps - selain kemah ceria, kegiatan ini penuh muatan yang mengangkat isu lingkungan. 



candid di tengah hutan sitecamp Curug Semirang, /foto by Manjie





Kemah bareng blogger bukan yang pertama bagi saya, sudah beberapa kali mengikuti kemah ceria ala blogger dengan tetap memiliki muatan konten sebagai ciri khas blogger. Sebut saja misal BloggerCamp 2 tahun lalu di Bogor - Jawa Barat, serta Juguran Blogger Indonesia di Banyumas 1 tahun yang lalu. Dari ketiga acara bloggercamp ini yang paling mirip adalah kebutuhan akan listrik dan signal internet, yah dasarnya blogger kan mau kemping atau di hotel gak masalah selama bisa tetep eksis di dunia maya.

DAS Garang sendiri sebagai lokasi Kemah Ceria kami, merupakan objek yang dijadikan tema besar isu lingkungan di acara ini,yang mana kali Garang merupakan sumber air yang penting bagi wilayah kab dan kota semarang yg mengalir dari Gunung Unggaran. 

Tak salah memang panitia mengambil lokasi di kawasan wana wisata Curug Semirang di wilayah Unggaran Barat ini. Menurut Web Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang menyatakan bahwa Unggaran Barat, Hulu DAS Garang merupakan wilayah penyangga kota Semarang baik dalam hal daya dukung maupun daya tampung lingkungan. Daya dukung berarti kemampuan lingkungan mendukung pertumbuhan kehidupan yang berlangsung di atasnya dan daya tampung berarti kemampuan lingkungan menyerap limbah dan akibat yang dihasilkan dari kehidupan yang ada di atasnya. Sebagai wilayah penyangga, wilayah Ungaran Barat senantiasa loyal dalam memberikan jasa lingkungan berupa manfaat langsung maupun tidak langsung dalam hal perlindungan tata air (hidrologi), kesuburam tanah, pengendalian erosi dan banjir, keindahan dan keunikan alam serta penyerapan dan penyimpanan karbon.

duh, berat banget yah bahasannya, tapi berat mana sama menahan rindu? #eaaaa



Oh iya, kegiatan kemah ceria ini digagas oleh Mercy Corp Indonesia sebagai organisasi internasional non profit yang selama ini peduli dengan isu-isu lingkungan. Sejak 1979, Mercy Corp aktif dalam kegiatan kemanusiaan yang sudah menggulirkan dana bantuan ke seluruh dunia lebih dari 830 juta dollar amerika di masyarakat lebih dari 80 negara dan menjangkau hampir 6 juta warga dunia. 

Melalui Websitenya MercyCorps.org bisa diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan organisasi ini banyak banget loh, seperti :

  1. menyediakan bantuan gawat darurat untuk korban yang menderita akibat perang atau bencana alam.
  2. membangun masyarakat berkelanjutan yang dapat memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga. Pendekatan terpadu strategis mencakup pertanian, pengembangan ekonomi, kesehatan, perumahan dan infrastuktur serta pemberdayaan orgnanisasi-organisasi setempat.
  3. mengembangkan inisiatif masyarakat sipil diseluruh program-program yang mendorong partisipasi rakyat, pertanggung-jawaban, pengelolaan perselisihan tanpa kekerasan, dan penerapan hukum.


Nah, upaya Mercy Corp dalam mengembangkan inisiatif masyarakat sipil untuk mendorong pasrtisifasi rakyat ini juga terlihat dalam kegiatan Melibatkan warga dan desa serta komunitas muda yang peduli sampah dan lingkungan. Harapannya dengan menyasar kalangan muda dan warga di lingkungan DAS, maka keperdulian lingkungan ini sangat berpengaruh besar dan memberikan efek yang berkelanjutan. 

Menariknya, pelibatan warga di era digital jadi pilihan, melalui AtmaConnect yang merupakan organisasi nirlaba berbasis teknologi mencoba menghadirkan sebuah aplikasi warga bantu warga bernama AtmaGoDengan aplikasi yang sudah tersedia, pengguna diharapkan bisa berbagi informasi serta mendukung Program Transform sebagai program manajemen risiko banjir antar wilayah. Melalui aplikasi pula, para pengguna bisa berbagi informasi lokasi posko serta area evakuasi aman termasuk memposting peringatan bahaya dini atau early warning system di samping dapat melaporkan daerah-daerah yang dianggap rawan bencana. Informasi yang dibagikan, telah dirancang bisa dimonitor oleh pemerintah setempat agar mendapat penanganan lanjutan yang memungkinkan untuk dilakukan. 




Sebagai Pelancong Indonesia yang sangat dekat dengan dunia digital, saya sangat senang dengan strategi pelibatan warga bantu warga menggunakan aplikasi ini tentunya, upaya-upaya masyarakat sipil dalam dunia pemberdayaan memang saat ini harus juga dekat dengan dunia digital yang menjadi bagian erat dari dunia muda yang menjadi sasaran edukasi keperdulian lingkungan.

oh iya, karena ini kemah ceria, saya harus cerita juga dong keceriaan dari rangkaian acara kemah ini, bukan sekedar konten gurih isu lingkungan diatas yang memang sangat cocok untuk para narablog.

Dari blognya Nia, blogger Semarang yang infoin acara ini di group blogger deswita, saya baru paham keterlibatan berbagai organisasi di kegiatan ini. jadi, kemah ceria atau Boot Camp 2018 sendiri merupakan bagian dari Program GRP-TRANSFORM program pengelolaan risiko banjir lintas wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang hasil kerja sama Mercy Corp Indonesia, Atma Connect, ESG dan Karang Taruna Desa Gogik .

Keseruan kemah ceria bisa dilihat di foto-foto yang saya dapatkan dari mas Rais Wildan yang udah mengabadikan kenangan kemah ceria disaat kita ceria-cerianya menikmati outbond di hari kedua sekaligus sesi akhir sebelum launching app AtmaGo dan pulang.







Semoga saya diberikan kesempatan untuk melancong, berkemah ceria lagi baik bareng blogger maupun penggiat lingkungan seperti ini sehingga bisa makin memperluas jejaring silaturahmi dan tetep perduli lingkungan serta tentunya selalu menikmati alam indah pesona indonesia. 

8 comments:

Mauren Fitri ID said...

Seru banget keknya! :)

Kang Geri said...

iya seru banget, pengennya tiap bulan acara beginian

Ika Puspitasari said...

Minggu depan ikutan lagi, kang

Kang Geri said...

minggu depan absen dulu mbak ika, next trip ikutan dech ... lagi ada agenda-agenda lokal ^_^

gus Wahid said...

Nice to be with you Kang Geri...ntaps

Kang Geri said...

alhamdulillah diberi kesempatan untuk melancong ke berbagai tempat mas, makasih sudah mampir

Hidayah Sulistyowati said...

Nyesel banget gak bisa gabung acara keren gini, kang Geri. Apalagi udah lama nggak ikut nge-camp. Dan DAS yg lokasinya di dekat air terjun Semirang ini menyimpan banyak kenangan masa remaja *eaa

Kang Geri said...

@hidayah, wah nyesel yah ... tapi kan ada acara ngecamp lagi di salatiga ya 14 - 15 Maret ini ... pasti lebih seru, sayangnya saya gak bisa ikutan ... pengen banget padahal