Mar 27, 2018

Melancong ke Kampung-Kampung Unik di Malang, Alternatif Wisata di Tengah Kota Yang Asyik



Salah satu destinasi melancong unik di Malang


Kalau bicara tentang liburan di Malang, yang terbayang pasti pantainya yang cantik, gunung yang menantang dan berbagai wisata di kawasan kota Batu. Banyak pilihannya, namun sebagian besar jauh dari pusat Kota Malang itu sendiri.

Untuk ke pantai, kamu harus menempuh jarak kurang lebih 80 kilometer dari pusat kota. Sementara untuk perjalanan ke gunung, jaraknya antara 20 sampai 47 kilometer. Dan untuk perjalanan ke Batu, sekitar 19 kilometer. Cukup jauh bukan?

Namun itu adalah gambaran wisata di Malang beberapa tahun lalu, sebelum kampung-kampung tematik bermunculan di kota ini. Diawali dengan proyek mahasiswa UMM yang membuat kampung Warna-Warni di Jodipan. Kini berbagai kampung tematik lainnya berkembang di Kota Malang dan jadi destinasi wisata andalan di pusat kota dan membuat banyak tiket pesawat Lion Air ke Malang ludes setiap hari.

Kampung Warna-Warni

sumber:kanalmalang.net

Sebagi pioneer, kampung Warna-Warni adalah yang paling lama dan juga paling luas areanya. Lokasinya tidak jauh dari stasiun Malang. Kamu hanya perlu jalan kaki dari stasiun untuk tiba di kampung penuh warna ini.
Selain melihat pemandangan rumah-rumah warga yang beraneka warna, di kampung Warna-Warni juga banyak spot menarik yang Instagramable. Di sini juga ada jembatan kaca pertama di Indonesia yang baru diresmikan pada akhir 2017 lalu, dan menjadi penghubung antara kampung warna-warni dengan kampung Tridi.

Kampung Tridi

sumber:suara.com

Berseberangan dengan Kampung Warna-Warni, terdapat kampung Tridi yang nggak kalah menarik. Di kampung ini, rumah-rumah warga tidak hanya sekedar dicat dengan warna yang berbeda. Namun juga dihias dengan gambar-gambar tiga dimensi karya seniman lokal yang hasilnya menakjubkan.

Kampung Biru Arema

Foto Karya Fotgrafer Jhon Sata via google image

Masih di sekitar kampung Warna-Warni, juga ada kampung Biru Arema yang bisa kamu kunjungi. Lokasinya berseberangan dengan kampung Warna-Warni, tak jauh dari stasiun Kota Malang.
Seperti namanya, kampung biru Arema ini dicat dengan warna kebanggaan tim sepakbola asal Malang, Arema. Dengan berbagai hiasan singa yang ada di dalam kampungnya. Cantik buat dipajang di Instagram.

Kampung Topeng

sumber:dolandolen.com

Sedikit naik bukit di kawasan Gunung Buring, tepatnya di Baran, kamu bakal menemukan Kampung Topeng, Berbagai topeng yang dipajang di sini adalah khas Malangan dengan berbagai warna dan ukuran.
Tidak hanya memiliki koleksi topeng yang menarik, pemandangan dari kampung ini juga sangat cantik. Kota Malang nampak menghampar indah dan akan makin menakjubkan ketika senja tiba.

Kampung Kramat

sumber:news.propanraya.com

Kampung tematik terbaru di Kota Malang adalah Kampung Kramat. Lokasinya unik, di area pemakaman umum Kasin, dengan hiasan berupa gambar-gambar hantu yang tidak menyeramkan. Meski namanya seram, namun kampung ini menarik untuk dikunjungi. 

Di Kampung Kramat, kamu nggak hanya bisa foto di spot menarik. Tapi juga bisa belajar banyak dari Museum Kehidupan yang ada di sana.

Kampung Ornamen Celaket
sumber:fokusmalang.com

Begitu memasuki kampung ini, yang nampak di depan mata adalah gambar-gambar ornamen menarik. Mulai dari ornamen batik, motif-motif unik dan banyak gambar cantik lainnya. Semua ornament ini digambarkan di dinding rumah warga yang membuat kampung menjadi ceria.

Berlokasi di Jl Jaksa Agung Suprapto atau yang dikenal oleh warga Malang dengan nama Celaket, kampung Ornamen ini sangat dekat dari pusat kota dan bisa ditempuh dengan perjalanan kurang dari 10 menit dari Balai kota Malang.

Menarik kan kampung tematik di Malang? Biar nggak kehabisan tiket pesawat Lion Air ke kota ini, pastikan kamu membelinya sejak jauh-jauh hari. Karena dengan semakin bertambahnya destinasi wisata di Malang, makin ramai pula wisatawan yang berburu tiket pesawat Lion Air setiap hari.

Selamat melancong di Malang, ayo jelajahi Pesona Indonesia!



5 comments:

gus Wahid United said...

Sama nih, di Semarang jg banyak tumbuh kampung2 tematik dgn bekal karakter asli kampung iitu sendiri

Mechta said...

Wah..menarik nih.. catet ah..

Hidayah Sulistyowati said...

Aduhh yang kampung keramat itu kalo kesana malam tetep bikin merinding, hihii

Kang Geri said...

mas @wahid iya wisata2 unik tematik lagi rame nih ...

mbak @tanti wajib dicatat yah

Kang Geri said...

mbak @wati wah begitu ya .. bener2 keramat berarti